Ada Sebuah Kisah Nostalgia Di Museum Sepak Bola Jepang – WARKOPANIME.COM
Culture

Ada Sebuah Kisah Nostalgia Di Museum Sepak Bola Jepang

berwisata-dan-bernostalgia-di-museum-sepak-bola-jepang_m_100197
KANGEN ANAK: Hampir setiap pekan Takeshiro Suzuki mengunjungi Museum Sepak Bola Jepang hanya untuk melihat foto anaknya yang menjadi anggota timnas U-16. (NARENDRA PRASETYA/JAWA POS)

WARKOPANIME.COM – Piala Dunia di Jepang sudah berlalu hampir 15 tahun silam. Namun, nuansanya masih belum hilang sampai saat ini. Terutama apabila Anda mengunjungi Museum Sepak Bola Jepang di Tokyo. 

Setiap foto-foto yang terpampang di dinding. Satoshi Fujii seperti sedang mengulik cerita di balik foto-foto itu. Terutama foto aksi pemain timnas Jepang saat berlaga di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Negeri Matahari Terbit tersebut. Fujii tidak lupa mencatat satu per satu di secarik kertas. Entah apa yang dicatatnya saat itu.

’’Ini (Piala Dunia 2002, Red) kebanggaan kami sampai saat ini. Alangkah indahnya apabila saya bisa menuangkan kebanggaan ini ke dalam karya film. Karena itu, saya datang ke sini,’’ ucap Fujii kepada Jawa Pos yang kebetulan bersamaan mengunjungi Museum Sepak Bola Jepang itu. Tak disangka, Fujii ternyata seorang film maker.

Lewat Japan Football Museum atau Museum Sepak Bola Jepang, Fujii berusaha menggali segala hal tentang sepak bola negara itu dan perhelatan Piala Dunia 2002 untuk inspirasi filmnya nanti. Sebab, di museum yang terletak satu kompleks dengan kantor pusat Japan Football Association (JFA, PSSI-nya Jepang) di JFA House, Football Avenue, Bunkyo-ku, 113-8311, Tokyo, Fujii bisa mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan.

Lantai basement 2 ruang utama museum yang dibuka pada musim panas 2003 itu merupakan ruangan khusus sejarah Piala Dunia 2002. Di ruangan yang berbentuk melingkar tersebut, ada foto-foto momen terbaik event sepak bola paling akbar itu. Mulai momen pertandingan di fase grup sampai final. Bahkan, pengunjung bisa menyaksikan jas yang dikenakan perangkat pertandingan, volunter, sampai rompi yang dikenakan wartawan yang meliput kala itu.

Terdapat pula informasi Piala Dunia 2002 dalam angka. Mulai kapan Jepang (bersama Korea Selatan) dinyatakan terpilih sebagai tuan rumah, pemilihan maskot, hingga berbagai persiapan yang dilakukan. Patung 11 pemain inti timnas Jepang yang tampil di Piala Dunia 2002 yang berpose melingkar di tengah ruangan semakin menambah kental suasana histori event empat tahunan itu.

Puas di situ, pengunjung bisa bergeser ke ruang pemutaran film 3 dimensi (3D). Di ruangan yang mirip bioskop mini tersebut, pengunjung dapat menikmati pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2002 seperti live di depan mata. Dengan kacamata 3D yang disediakan pengelola, pengunjung duduk di kursi ruangan seperti duduk di tribun stadion.

Selain tayangan laga, juga diputar acara konferensi pers yang menghadirkan para manajer dan pemain utama tim yang main. Dengan kacamata tersebut, pengunjung seperti sedang berhadapan langsung dengan para bintang yang sedang naik daun kala itu seperti Ronaldo Luis Nazario de Lima (Brasil) atau Miroslav Klose (Jerman).

Berpindah ke ruangan dalam, temanya jersey tim-tim peserta Piala Dunia 2002. Khusus jersey timnas Jepang mendapat tempat tersendiri. Di bagian itu dipajang jersey Samurai Biru –julukan timnas Jepang– dari tahun 1917 sampai saat ini. Jersey yang pernah dikenakan para bintang Jepang juga ikut dipajang di sebelahnya. Mulai milik Junichi Inamoto, Yoshikatsu Kawaguchi, Hidetoshi Nakata, Keisuke Honda, Eiji Kawashima, sampai Shinji Kagawa. Ruangan itu didesain mirip dressing room atau ruang ganti pemain.

Dipajang pula kertas taktikal yang dipasang di pojok ruangan tersebut. Itu kertas taktikal saat Jepang mengalahkan Amerika Serikat (AS) untuk kali pertama pada ajang Kirin Cup 1993. Ketika itu Jepang menang 3-1.

Pengunjung Jepang makin bangga ketika masuk ke ruang khusus yang memamerkan trofi-trofi yang pernah didapatkan negara yang kini berperingkat 45 FIFA tersebut. Yang paling banyak tentu saja replika trofi Piala Asia. Jepang jadi kampiun Piala Asia pada 1992, 2000, 2004, dan 2011.

’’Semua yang ada di sini sungguh inspiratif. Saya makin antusias untuk membuat film bertema perjalanan sepak bola Jepang,’’ lanjut pria yang mengidolakan sosok legenda hidup timnas Jepang Hidetoshi Nakata tersebut.

Fujii tidak berkunjung ke museum tersebut sendirian. Dia mengajak ibunya, Sachiyo Fujii, dan adiknya, Masashi Fujii. Sachiyo memang bukan penggemar sepak bola. Namun, dia bersedia jauh-jauh datang dari Kobe untuk bernostalgia dengan sepak bola Jepang di eranya. Maklum, Sachiyo punya kenangan manis dengan sejarah sepak bola Jepang. Perempuan 66 tahun itu sempat menunjukkan ke Jawa Pos foto legenda Brasil Pele yang berpose dengan seorang pria Jepang. Siapakah pria itu?

’’Itu suami saya, ayahnya Sato (Satoshi Fujii),’’ jawabnya.

Akira Fujii, nama ayah Satoshi Fujii, bukan pesepak bola. Tetapi, dia orang Jepang yang beruntung bisa berfoto bersama Pele saat sang bintang berkunjung ke negara itu pada 1984 untuk laga ekshibisi. ’’Namun, dia (Akira Fujii, Red) sudah tiada empat tahun lalu. Meski begitu, saya merasa dia ada di sini bersama kami karena dia sangat fanatik dengan timnas Jepang, dari sejak muda sampai menjelang akhir hidupnya,’’ ungkap Sachiyo.

Bukan hanya Sachiyo yang memanfaatkan museum itu untuk bernostalgia dengan sepak bola Jepang. Ada juga Takeshiro Suzuki. Pria 59 tahun yang bekerja di pabrik kamera Nikon itu menyempatkan waktu luangnya setelah bekerja dengan memandangi foto-foto pemain timnas Jepang dari masa ke masa. Salah satunya foto penggawa timnas Jepang U-16 yang tahun lalu berlaga di AFC U-16.

’’Itu anak saya,’’ ujarnya sambil menunjuk foto Soichiro Kozuki, pemain timnas Jepang U-16.

Takeshi –panggilan Takeshiro Suzuki– sudah setahun ini tidak berjumpa dengan putra bungsunya itu. Perbedaan tempat tinggal jadi alasannya. Putranya yang kini bermain di Cerezo Osaka U-18 tinggal di Osaka, sedangkan Takeshi di Tokyo. Jarak mereka 397 kilometer atau hampir sama dengan Surabaya dan Jogjakarta.

’’Aktivitas di Cerezo dan latihannya di JFA membuat dia tidak bisa pulang. Katanya baru akhir bulan ini (Januari) akan pulang,’’ lanjut pria berkacamata itu.

Takeshi mengungkapkan, setiap pekan dirinya menyempatkan mengunjungi museum itu. Tujuannya hanya satu, melihat foto-foto anaknya itu. ’’Saya bermimpi suatu saat kaus dengan nama Soichiro akan dipajang di sini, bersanding dengan kaus pemain legenda Jepang lainnya,’’ harapnya.

Museum Sepak Bola Jepang terletak di lokasi yang strategis. Tidak sulit untuk menjangkaunya. Untuk sampai di museum itu, pengunjung hanya cukup berjalan kaki enam menit dari Ochanomizu Station jika naik Marunouchi Line subway dari Tokyo Station. Apabila naik JR Line, pengunjung bisa berjalan kaki tujuh menit dari Shin-Ochanomizu Station. Begitu mudahnya. Saat berkunjung ke museum bulan lalu, Jawa Pos beriringan dengan rombongan timnas Uni Emirat Arab (UEA) U-16 yang kebetulan sedang menjalani training center (TC) dua pekan di Jepang.

Untuk masuk museum, pengunjung hanya dikenai biaya JPY 500 (sekitar Rp 57 ribu). Uang sebesar itu termasuk biaya untuk mengunjungi Hall of Fame sepak bola Jepang yang terletak di atas kompleks museum. Di ruangan itu dipajang jersey-jersey terbaru yang dikenakan bintang-bintang sepak bola Jepang saat ini. Salah satunya jersey Shinji Okazaki ketika menjalani laga century atau laga ke-100-nya di timnas Jepang tahun lalu.

’’Tiap tahun koleksi museum ini selalu kami perbarui,’’ kata Shusaku Yamashita, direktur Sales Management and Marketing Division Japan Professional Football League.

Yamashita yang ditugasi JFA untuk mengoperasikan museum itu mengungkapkan, museum tersebut dibangun, antara lain, untuk destinasi wisata para penggila bola dari seluruh dunia. Karena itu, JFA tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatan.

’’Dari Indonesia belum banyak yang ke sini. Mungkin nanti setelah Anda pulang ke Indonesia,’’ kata Yamashita ketika ditanya seberapa banyak turis Indonesia yang berkunjung ke museum. (FAJAR/JPG)

Komentar
loading...
Click to comment
WARKOPANIME.COM - Portal Media Yang Memberitakan Dan Memberikan Informasi Terupade Seputar Anime, Manga, Games, Interest, Culture, Hobi Dan Komunitas.
POWERED BY :
LOGOFAJARFOOTER-1

OTHER NETWORK :
FAJARSPORT FAJARTEKNO FAJARTVtrendfajarfajar-beautyseleblogobenarbesar
QUICK CONTACT:

Media Partner: warkopanime.com@gmail.com Redaksi: chaosbotol@gmail.com
Phone or Whatsapp: 08889998451
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.
To Top