Istilah Kata Bahasa Jepang Yang Sering Salah Dalam Penggunaannya – WarkopAnime.com
Interest

Istilah Kata Bahasa Jepang Yang Sering Salah Dalam Penggunaannya

Istilah dalam bahasa Jepang yang sering dianggap salah kaprah dalam penggunaanya sering kali kita temui. Entah itu dari mulai pengucapan ataupun bahkan pengertian dari arti kata bahasa Jepang itu sendiri. Terus istilah bahasa Jepang yang sering salah diartikan itu seperti apa? Oke akan dibahas disini sob dan simak ulasannya seperti dibawah ini:

 

Samurai – Katana

Nah kedua kata ini juga sering salah digunakan. Padahal, samurai itu menunjukkan orangnya, sedangkan katana adalah senjata yang digunakan si samurai. Jadi kalau bilang “Ini tajem lho, kayak samurai” seharusnya “setajam katana” , istilah samurai malah jarang digunakan. ‘Bushido’ atau kaum ‘Bushi’ lebih sering digunakan untuk menyebut kasta tertinggi di Jepang masa lalu.

 

Ocha

Disini, ocha cenderung dipandang sebagai teh hijau ala Jepang. Padahal ocha merujuk ke teh secara umum (o-cha, ‘cha’-nya terdiri dari kanji ‘茶’ yang berarti ‘teh’). Ada juga koucha (teh hitam), mugicha (teh barley), shirocha (teh putih) dan yang lagi hits sekarang matcha (bubuk teh hijau yang biasa digunakan untuk upacara minum teh). Jepang merupakan negara yang sangat menyukai teh sampai ada upacaranya. Seperti yg udh dijelaskan, “cha” itu sendiri artinya teh, kata yg bisa berdiri sendri, namun sudah menjadi kebiasan baik org Jepang maupun org asing menyebutnya dengan ocha (bentuk sopan).

 

Fujiyama

Gunung apa yang paling terkenal di Jepang? Kalau masih tercetus ‘Gunung Fujiyama’ berarti harus dikoreksi sedikit lagi nih. Yama (山) sendiri sudah memiliki arti ‘gunung’, kalau disebut ‘Gunung Fujiyama’ jadi dobel dong? Jadi mending nyebut ‘Gunung Fuji’, ‘Fujiyama’, atau ‘Fujisan’ sekalian,  Fujiyama banyak dipakai sebagai nama marga orang Jepang. Tapi kalau Fujisan kayaknya nggak pernah nemu deh. ‘san’ disini menunjuk ke gunung, bukan sapaan ke orang pada umumnya yah.

 

Manga dan Anime

Manga (dibaca man-ga/mangga) adalah istilah untuk komik Jepang, sedangkan anime (dibaca: anime dengan ‘e’ dari kata ’ember’) yang merupakan kependekan dari ‘animation’ yaitu animasi Jepang. Masih banyak yang suka kebalik sih misalnya “Eh lo baca anime apa?” atau “Gue pengen nonton manga yang seru nih. Rekomendasiin dong!” Rata-rata anime diangkat dari manga. Tapi nggak semua anime persis 100% sama cerita di manga. Biasanya di anime ada cerita tambahan yang nggak ada di manga atau sebaliknya, ada cerita dari manga aslinya yang nggak dijadikan animasi. Soalnya kalau nggak begitu episode anime bakal ‘ngebalap’ manga. Bukan hanya jalan cerita, terkadang ada tambahan tokoh, perbedaan warna atau style. Tak jarang perbedaan ini menimbulkan pro dan kontra apalagi buat penggemar fanatik sebuah manga.

Oh iya mungkin masih banyak yang memperdebatkan anime itu beda sama kartun. Yaa senyamannya kalian aja, tapi gausah sampai berantem gara-gara itu haha. Ane sih lebih sreg membedakan darimana diproduksinya, anime dari Jepang, di luar itu animasi atau kartun. Meskipun Avatar The Legend of Aang stylenya mirip anime, tapi ane tetep nyebutnya kartun. Gimana dengan agan sekalian?

 

Kimochi

Entah kenapa kata ‘kimochi’ ini merujuk ke arah mesum jika diucapkan. Emang bener ya sering muncul di JAV? Begitu mendengar kata kimochi hal apa yang terlintas di benak kalian sob? Hayo ngaku… Padahal kimochi (気持ち) sendiri memiliki arti perasaan, feeling, atau mood gitu bukan yang aneh-aneh. Nah beberapa dari kalian mungkin masih ada yang bingung sebenernya kimochi itu artinya apa sih? Terkadang orang Jepang mengekspresikan hal yang menyenangkan dengan kata itu.

Misalnya gini “Minggu depan saya ke Hawaii lho.” terus respon dari lawan bicaranya bisa aja”Kimochi!!” yang menunjukkan “ih enak banget”. Terus ada pula yang bilang kalo di JAV itu bukan ‘Kimochi’ doang tapi ‘Kimochi ii’ yang artinya ‘rasanya enak/nikmat’ naaahhhh disini pentingnya partikel. Biasanya sih kalo bilang “Hmmm Nikmat” orang Jepang pake partikel ‘ga’ jadi “Kimochi ga ii”. Jadi kalo ‘kimochi ii’ tergantung situasinya sih mungkin yang dimaksud beneran nikmat atau sekedar pemanjangan i dari kimochi.

Arti kata kimochi mengacu pada maksud suatu perasaan hati seseorang. Kata ini adalah ungkapan yg sering diucapkan utk menggambarkan perasaan hati yg senang, gembira, nyaman dll. Tapi juga ada penempatan kata perasaan hati yang berbeda seperti kalo dalam mencicipi masakan/makanan itu menggunakan kata umai ato oishi, kalau enak atau nikmat nya itu di dalam perasaan atau feels itu kimochi.dan kalo jijik ato perasaan jijik itu kimochi warui atau kimoi.

 

J-Rock/ J-Rocks?

Tentang “j-rock” juga banyak yang salah kaprah ketika forum internasional ngebahas ini,dikira orang kita j-rock itu band lokal. Padahal itu nama genre musik,sedangkan band lokal yang dimaksud j-rocks (pake s di akhiran nya). Artinya J-Rock yang sebenernya genre musik yakni Japan Rock dipersempit ruang lingkupnya menjadi nama sebuah band.

 

OTAKU

Istilah Otaku sering kali diidentikkan dengan orang-orang yang menyukai segala hal yang berbau Jepang terutama manga dan anime. Otaku lebih pantas menjadi sebutan bagi mereka yang benar-benar super duper fanatik dengan sesuatu, tidak hanya manga dan anime. Ada cosplay otaku, game otaku, idol otaku, dan lain-lain. Di Jepang sendiri otaku berkonotasi negatif namun entah kenapa di Indonesia banyak yang bangga mengaku otaku mungkin inilah perbedaannya otaku di Jepang dan di Indonesia.

 

GEISHA

Banyak yang menganggap geisha sebagai PSK-nya Jepang. Namun faktanya Geisha jauh berbeda dengan PSK. Menjadi seorang geisha harus memiliki bermacam keterampilan sebagai seorang seniman seperti menuang teh, menari, memainkan alat musik, menyanyi, hingga melawak. Pendidikan geisha dimulai ketika usia 14-15 tahun. Geisha masih perawan hingga ada yang mampu ‘membeli’-nya dengan harga mahal. Geisha terlihat mencolok dengan dandanan tebal dan kimono berlapis.

 

 

loading...
Click to comment
To Top