Jatuh Cinta dengan Keindahan Kota Samurai di Kanazawa, Primadona Baru Pariwisata Jepang – WarkopAnime.com
Culture

Jatuh Cinta dengan Keindahan Kota Samurai di Kanazawa, Primadona Baru Pariwisata Jepang

Ilustrasi. Foto: int

WARKOPANIME.COM – Berbicara pariwisata Jepang, sudah tentu yang pertama terlintas tentu saja Tokyo dan Kyoto. Dua kota ini adalah destinasi wisata utama di Negeri Sakura.

Selain Tokyo dan Kyoto, Hokkaido dan Osaka juga berada di garda depan pariwisata Jepang. Mereka yang ingin merasakan wisata alam, akan pergi ke Hokkaido, sementara Osaka adalah surga untuk para pecinta kuliner.

Namun diluar dugaan, sepanjang tahun 2016, ternyata bukan Tokyo atau Kyoto yang mengalami peningkatan kunjungan turis asing melainkan Kanazawa! Bahkan CNN Travel memasukan kota ini sebagai salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di tahun 2017.

Kanazawa, sebuah kota di Jepang yang terletak di bagian barat Prefektur Ishikawa kini menjadi primadona baru untuk urusan wisata dikalangan turis mancanegara dengan mengalami peningkatan wisatawan sebesar 65% di tahun 2016.

Mungkin nama kota ini masih asing dikalangan banyak orang, namun sejatinya Kanazawa sejak dulu sudah menjadi salah satu kota penting di Jepang.

Selama Periode Edo, Kanazawa adalah markas dari Klan Maeda yang menjadi klan terkuat nomor dua setelah Klan Tokugawa. Kanazawa juga mampu menyaingi Kyoto dan Edo (Tokyo). Di zaman modern, sama seperti Kyoto, Kanazawa juga masih menyajikan banyak wisata tradisional yang memperlihatkan keindahan Jepang tempo dulu.

Apa saja yang menarik dari Kanazawa sehingga mampu menjadi primadona baru pariwisata Jepang?

Kastil Kanazawa

Menurut catatan sejarah, kastil ini pertama kali dibangun oleh Klan Maeda yang datang ke Kanazawa pada tahun 1583 sebagai tempat tinggal. Saat musim semi, kastil Kanazawa akan dibalut oleh keindahan bunga sakura yang menawan.

Di kastil Kanazawa terdapat bangunan yang menjadi pusat perhatian wisatawan yakni Hishi Yagura dan Gokukken Nagaya yang terletak di pinggiran batas kastil yang bernama “ni-no-maru”.

Gerbang Ishikawa-mon yang menjadi pintu masuk kastil terdapat dinding batu di tengah-tengah tumbuh-tumbuhan hijau alami yang kaya, yang menimbulkan bayangan akan keagungan hari-hari yang makmur di kawasan ini pada zaman kuno, dan pencahayaan waktu malam menimbulkan khayalan tentang daerah ini.

Gerbang ini dibangun sebagai “Masugata-mon”, yang pintu masuknya adalah gerbang besi dan dinding bagian dalam dibangun dengan batu-batu, bersamaan dengan konstruksi-konstruksi seperti bangunan 2 lantai Hishi Yagura dan Tamon untuk penyimpanan senjata.

Myoryuji Temple (Kuil Ninja)

Didirikan oleh Keluarga Maeda Keluarga, kuil Buddha ini dibangun sebagai tempat berdoa. Awalnya terletak dekat kastil Kanazawa kemudian dipindahkan ke lokasi sekarang pada tahun 1643.

Meskipun Ninja tidak pernah benar-benar terkait dengan kuil ini, Myoryuji mendapat sebagai kuil ninja karena dibangun sebagai benteng pertahanan yang penuh dengan perangkap. Terdapat total 29 jebakan yang berbeda untuk mengelabuhi musuh.

Interior di dalam kuil akan membuat para pengunjung akan dibuat kagum karena terdapat sejumlah ruang tersembunyi, pintu perangkap, dan terowongan untuk melarikan diri. Salah satunya bahkan dikatakan terhubung hingga ke kastil Kanazawa.

Higashi Chaya

Distrik ini ibarat keindahan yang diawetkan. Secara historis dikenal sebagai tempat hiburan dan tempat-tempat perayaan. Higashi Chaya telah ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting Kumpulan Bangunan Bersejarah.

Higashi Chaya juga masih menyediakan pertunjukan geisha jadi kawasan yang paling banyak menarik minat wisatawan asing. Suasana indah dari kisi-kisi kayu pada bagian depan rumah-rumah geisha semakin menambah keindahan tempat ini.

Nagamachi

Nagamachi dikenal juga sebagai distrik samurai. Suasana Kanazawa tempo dulu masih sangat kental di distrik ini. Rumah-rumah tua yang berjajar di pinggir jalan dahulu kala dimiliki oleh samurai klan Kaga.

Rumah dengan gerbang dan lumpur masih tetap terjaga. Jendela samurai, dinding lumpur di bawah atap kayu Lobaita berwarna kuning dan dibalut dengan tikar jerami “Komo” yang melindungi dinding lumpur dari salju. Semuanya masih sama dengan kondisi 400 tahun silam.

Di Nagamachi para pelancong bisa mengunjungi Ashigaru Shiryokan, yang merupakan rumah milik seorang tentara di klan Kaga. Kediaman keluarga samurai Nomura juga terbuka untuk umum sehingga pengunjung bisa merasakan nuansa seperti apakah kehidupan sehari-hari samurai pada zaman feodal.

Taman Kenrokuen

Terletak tak jauh dari kastil Kanazawa, taman ini adalah salah satu dari tiga taman terindah di Jepang bersama dengan Taman Korakuen di Okayama dan Taman Kairakuen di Mito.

Kenrokuen memiliiki arti taman dengan enam karakteristik memiliki enam aspek yang dianggap penting dalam sebuah taman yang ideal: kelapangan, ketenangan, keagungan, pemandangan, desain yang halus, dan kesejukan.

Taman ini terbuka untuk umum sepanjang tahun dari pagi hingga sore hari dan terkenal akan keindahaannya di semua musim. Pada beberapa hari tertentu di setiap musim, Taman Kenrokuen mengadakan acara light-up di mana taman akan buka hingga malam hari dan menampilkan keindahan taman dengan cahaya dari lampu dan lentera.

Pasar Omicho

Omicho-ichiba merupakan pasar lokal terkenal yang terletak di pusat Kanazawa. Pasar ini bermula sebagai pasar pagi sekitar 400 tahun yang lalu. Pada zaman feodal, pasar ini merupakan pasar makanan yang kemudian berubah menjadi pasar umum pada tahun 1904.

Sejak saat itu, pasar ini dikenal sebagai “Dapur Kanazawa” dan selalu ramai oleh warga setempat serta wisatawan. Kios-kios pasar yang berkisar 170 toko ini menjual berbagai bahan seperti ikan segar, sayuran, daging, lauk-pauk, gula-gula, barang keperluan sehari-hari, bunga dan sebagainya.

Pasar ini memiliki suasana unik tempat ini berupa teriakan keras dan ceria para penjaga toko yang suaranya terdengar di mana-mana. Pasar Omicho juga dikenal dengan restorannya, dan Anda dapat menikmati hidangan segar Kaisen-don (nasi mangkuk seafood), Sushi, dll.

Untuk mengunjungi Kanazawa jika dari Tokyo bisa menggunakan shinkansen Kagayaki maupun shinkansen Hakutaka dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Kanazawa. Namun jalur ini tidak bisa menggunakan JR Pass yang berarti harus membeli tiket lagi sekitar 14 ribu yen atau 1,5 juta rupiah.

Sedangkan bila dari Osaka bisa menggunakan kereta express Thunderbird dari Stasiun Osaka menuju Stasiun Kanazawa yang bisa menggunakan JR Pass. (rob/FAJAR)

loading...
Click to comment
To Top