Pahami Karakter Agar Maksimal Ketika Bercosplay, Tetap Asyik Gunakan Rias Secara Natural – WarkopAnime.com
Cosplay

Pahami Karakter Agar Maksimal Ketika Bercosplay, Tetap Asyik Gunakan Rias Secara Natural

DALAMI KARAKTER: Dari kiri, Suci Dinda memerankan Hatsune Miku, Stephanie Anastasia Tedjokusumo sebagai Ram, dan Filisa Isyai sebagai Nozomi Toujo. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

WARKOPANIME.COM – Filisa Isyai semakin gila menjadi cosplayer. Bagaimana tidak. Dari tahun ke tahun, perempuan 19 tahun itu getol membuat berbagai kostum anime. Dia menggeluti cosplay sejak Januari 2015. Selain tampil mirip dengan tokoh, sebagai cosplayer, dia pun harus paham karakter untuk divisualkan ke dalam berbagai pose. Ditemui Senin (23/1), Filisa melakoni fitting kostum Hatsune Miku, Ram, dan Nozomi Toujo hasil karyanya.

”Ram memiliki karakter yang dewasa, cool, dan tenang. Dia mempunyai adik kembar berambut biru,” ujar Filisa ketika ditemui di Alvera School of Fashion. Dia juga memamerkan kostum Ram, salah satu tokoh anime Re:Zero. Menurut Filisa, Ram adalah salah satu tokoh yang digemari pencinta cosplay.

Membuat kostum Ram memang sedikit njelimet. Namun, jika dikenakan, kostum Ram membuat pemakainya tampak cantik. ”Siapa yang nggak suka sama cewek manis dan terlihat kalem. Ya Ram. Jadi maklum kalau hampir di setiap kontes, ada yang mengenakan kostum ini,” papar Filisa.

Untuk membuat kostum Ram, Filisa menggunakan kain dril yang dikombinasikan dengan flanel. Kostum Ram memiliki komponen berlapis. Yakni, apron, sabuk, hiasan leher, dan dress untuk dalamannya.

Model yang mengenakan kostum Ram, Stephanie Anastasia Tedjokusumo, tampil total dengan rambut pink pendek dan poni yang menutupi salah satu mata. ”Saya pilih Stephanie karena pada dasarnya karakter dia memang sudah mirip Ran. Orangnya kalem dan dewasa,” ujarnya. Filisa kemudian membimbing Stephanie untuk berpose ala Ram di depan kamera.

Model lain, Suci Dinda, mengenakan kostum Hatsune Miku. Hatsune adalah tokoh dari Vocaloid. Hatsune memiliki karakter yang lebih centil dan ceria. Hatsune merupakan anime yang digunakan sebagai maskot Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020. Ciri khas kostumnya terdapat pada gambar bendera Jepang di bagian perut. Filisa membuat kostum Hatsune sekitar tiga minggu lalu.

”Hatsune nggak terlalu ribet. Bahan yang saya gunakan pun hanya satu jenis, yakni katun,” jelasnya. Bunga-bunga yang disematkan di kepala dibuat dari kain flanel. Selain bahan dan proses pembuatan yang lebih simpel, kostum tersebut mudah dirawat. Cara mencucinya hanya dicelup atau dikucek dengan detergen di bagian yang kotor.

Setelah mendandani kedua model, Filisa berdandan dengan kostum Nozomi Toujo. Nozomi adalah tokoh anime dari film Love Live. ”Ini adalah kostum yang paling saya favoritkan. Selain cantik, karakternya baik dan elegan,” katanya.

Nozomi diceritakan sebagai kakak kelas yang cantik dan disegani. Saking banyaknya yang ngefans, Nozomi kerap tampil dengan berbagai versi. Misalnya, Nozomi versi cheongsam, wedding, dan fairy tale.

Pembuatan kostum Nozomi, menurut Filisa, cukup simpel. Potongannya tidak terlalu rumit, tetapi hasilnya tampak imut. ”Nozomi masuk kategori tokoh anime Candy, yang artinya imut dan lucu. Bahannya pakai katun, dril, sama kain yang sudah di-print pattern bintang-bintang,” tambahnya. Keseluruhan penampilan karakter-karakter tersebut hanya membutuhkan make-up natural. (FAJAR/JPG)

loading...
Click to comment
To Top