Yuk Mengenal Alat Musik Tradisional Jepang Ini – WarkopAnime.com
Culture

Yuk Mengenal Alat Musik Tradisional Jepang Ini

wanita asal Jepang memainkan alat musik koto. Foto: int

WARKOPANIME.COM – Jika kalian pernah menyaksikan festival Jepang, biasanya akan ada pertunjukkan alat musik tradisional yang dimainkan. Juga bagi kalian yang mencintai budaya Jepang tentunya ingin mengenal lebih jauh alat musik tradisionalnya. Beberapa alat musik utama yang populer antara lain

Taiko

Taiko. Foto: int

Taiko. Foto: int

Pada umumnya alat musik perkusi merupakan instrumen paling primitif di masyarakat belahan dunia mana saja. Sama seperti taiko yang telah ada dan telah digunakan lebih dari 2000 tahun lalu di Jepang. Sebuah drum yang digunakan sebagai alat komunikasi atau sebagai instrumen saat ritual keagamaan. Meski perkusi yang dulu digunakan agak berbeda sedikit dari yang ada di masa sekarang.

Shamisen

Shamisen. Foto: int

Shamisen. Foto: int

Shamisen adalah alat musik dawai asal Jepang yang memiliki tiga senar dan dimainkannya dengan cara dipetik menggunakan sejenis pick yang disebut bachi. Bagian depan dan belakang dilapisi kulit hewan yang fungsinya untuk memperkeras suara senar. Kulit pelapis shamisen adalah kulit bagian perut kucing betina yang belum pernah kawin. Sedangkan shamisen kualitas biasa dibuat dari kulit bagian punggung dari anjing.

Shamisen yang terbuat dari kulit imitasi kualitas suaranya tidak sebagus kulit asli. Dalam Bahasa Jepang, Shamisen mempunyai arti“tiga senar”. Hosozao, adalah shamisen berukuran kecil dan Chuzao, satu ukuran di atas Hosozao serta Futozao, adalah shamisen berukuran terbesar.

Shakuhachi

Shakuhachi

Shakuhachi. Foto: int

Ini adalah seruling bambu yang secara tradisional digunakan bhiksu Budha Zen sebagai peralatan keagamaan. Shakuhachi nadanya paling sensitif di antara seruling Jepang lainnya. Alamat musik ini berdiameter 3.5-4 cm, memiliki 4 lubang di depan dan satu lubang di belakang. Instrumen ini bisa ditemui ketika kalian mengunjungi Festival Himeji Oshiro. Sisi dalam Shakuhachi digosok hingga halus, lalu bagian dalamnya diolesi Shu-urushi (bahan pewarna alam). Pada bagian mulut dipasangi tanduk rusa atau kerbau supaya lebih kokoh.

Mukkuri

Mukkuri. Foto: int

Mukkuri. Foto: int

Mukkuri adalah sebuah harmonika yang terbuat dari bambu dengan panjang 10 cm dengan lebar 1.5 cm. Dikenal sebagai instrumen tradisional Ainu.

Kotsuzumi

Kotsuzumi. Foto: int

Kotsuzumi. Foto: int

Merupakan drum bahu yang terlihat simpel namun dapat menghasilkan aneka jenis bunyi dan getaran, bergantung dari pukulan penabuh, apakah di tengah, atau di tepian. Dalam memainkannya kadang disertai dengan teriakan sang penabuhnya.

Koto

Koto. Foto: int

Koto. Foto: int

Instrumen ini terbagi ke dalam dua tipe, tipe senar 13, dan senar 17. Rupanya mirip dengan Zheng di Tiongkok, Gayageum di Korea, dan Yatga di Mongolia. Biasa terbuat dari kayu Kiri, dengan panjang mencapai 180 cm.

Horagai

Horagai

Horagai. Foto: int

Sewaktu mengunjungi kuil Budha di Jepang, kemungkinan kalian pernah melihat instrumen yang satu ini. Bentuknya seperti kerang yang menyerupai terompet. Zaman dulu, masyarakat Jepang memakai instrumen ini dalam upacara atau perayaan. Begitu pun samurai, yang menggunakan instrumen ini sebagai penanda (sinyal) semasa perang dulu.

Di saat-saat tertentu musisi tradisional Jepang berkolaborasi dengan musisi Barat modern, guna tetap mempertahankan kepopuleran alat musik tradisionalnya. Di samping itu, para musisi Jepang menciptakan musik Jepang gaya baru yang dipengaruhi musik Barat, namun tetap dimainkan dengan instrumen musik tradisional. (rob/FAJAR)

loading...
Click to comment
To Top